Saturday, January 25, 2014

Budaya dan Budaya dan D. Kemalawati, Penyair Paling Produktif Di Aceh- Sejarah dan Wisata Aceh- Sejarah dan Wisata Aceh- Sejarah dan Wisata Aceh

Budaya dan Budaya dan D. Kemalawati, Penyair Paling Produktif Di Aceh- Sejarah dan Wisata Aceh- Sejarah dan Wisata Aceh- Sejarah dan Wisata Aceh




Nanggroe Aceh - Siapa yang tidak mengenal sosok D. Kemalawati yang merupakan salah seorang penggiat sastra di negeri serambi mekkah. Selain menggeluti dunia sastra beliau juga seorang budayawati yang sering mengangkat tema-tema budaya dalam kesusasteraan dirinya. Dek Nong, begitu nama kecilnya juga menjadi seorang deklarator Hari Puisi Indonesia di Pekanbaru, Riau. Tidak hanya sukses di dunia

Saturday, January 11, 2014

Kapal Pesiar Mewah Berbendera Bermuda Berlabuh di Sabang

Kapal Pesiar Mewah Berbendera Bermuda Berlabuh di Sabang

Kapal pesiar MS Artania berbendera Bermuda bakal bersandar di pelabuhan baru Sabang, Rabu (22/1/2014) mendatang.

Kapal raksasa dengan GT 44656 dan panjang 230,6 meter akan membawa 1.200 pelancong dunia dan 500 kru dari berbagai negara. Hal ini diungkapkan Kepala Pelabuhan BPKS Sabang, Zulkarnaini Abdullah, saat dihubungi Kompas.com, kemarin.

“Kedatangan kapal pesiar kali ini direncanakan akan disandarkan untuk pertama kali di pelabuhan baru BPKS. Karena pelabuhan ini memiliki panjang dermaga 420 meter lebih, dengan kedalaman draft mencapai 35 meter, ini sangat aman untuk disinggahi kapal-kapal berbobot besar di atas 10.000 DWT," katanya.

Zulkarnaini menambahkan, sejauh ini BPKS telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan kapal tersebut. Antara lain dengan berkoordinasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kota Sabang dan mitra kerja lainnya,

“MS Artania yang belayar selama 14 hari dari Mumbay menuju Kochi, Kolombo, dan diperkirakan akan bersandar di Sabang pada 22 Januari 2014 mendatang. Pukul 09.00 WIB, selanjutnya kapal itu meninggalkan pelabuhan Sabang pada pukul 17.00 WIB menuju pelabuhan selanjutnya, yaitu Phuket, Langkawi, dan Port Plang," ungkap dia.

Wisatawan dari Cruiser Artania akan disambut dengan sejumlah acara, termasuk pembukaan lapak-lapak cendera mata khas Aceh dan loket penukaran mata uang asing.

Positif
Menurut Kepala BPKS, Fauzi Husin, kedatangan kapal pesiar mewah ke Sabang bakal memiliki dampak positif, khususnya bagi sektor perekonomian warga Sabang. Pasalnya, dapat dipastikan para wisatawan nantinya akan menggunakan berbagai jasa pengusaha lokal, mulai dari sarana transportasi, wisata diving, snorkeling,hingga penjualan beragam produk-produk kerajinan khas Aceh.

Fauzi mengatakan, Sabang yang terkenal dengan potensi keindahan alam bawah lautnya tentu sangat menarik bagi wisatawan. “Jadi dampaknya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat setempat," ujarnya.

sumber:http://regional.kompas.com/read/2014/01/12/0839557/Kapal.Pesiar.Mewah.Berbendera.Bermuda.Bersandar.di.Sabang

Kasihan, Museum Tsunami Aceh Terbengkalai

Kasihan, Museum Tsunami Aceh Terbengkalai

Tiga tahun setelah resmi dioperasikan, Museum Tsunami Aceh kini terbengkalai. Di museum itu sejumlah alat peraga rusak tidak dapat difungsikan dan beberapa koleksi tidak memiliki plang informasi.

Museum Tsunami Aceh diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Februari 2009. Selama dua tahun dilakukan proses koleksi dan pada 8 Mei 2011 museum ini mulai dibuka untuk umum.

Pembangunan museum itu untuk mengenang tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 yang memakan korban tewas sekitar 240.000 jiwa. Suasana dan koleksi di museum tersebut didesain sedemikian rupa agar pengunjung dapat meresapi dahsyatnya tsunami.

Museum itu memiliki 55 koleksi, terdiri dari 7 unit maket, 22 unit alat peraga, dan 26 unit foto ataupun lukisan yang menggambarkan keadaan tsunami di Aceh. Namun, ketika memasuki ruang koleksi, suasana mengenang tsunami terusik oleh kondisi koleksi yang tak sempurna. Sejumlah koleksi, seperti ruang simulasi gempa, alat peraga rumah tahan gempa dan rumah tak tahan gempa, serta alat peraga gelombang tsunami, tak berfungsi.

Tombol untuk menyalakan ruang peraga gempa juga tidak menyala. Kondisi serupa terjadi pada alat peraga rumah tahan gempa dan tak tahan gempa.

Perawatan minim

Petugas pemandu di Museum Tsunami Aceh, Meili Nuzuliana, Jumat (10/1/2014), mengatakan, sejumlah koleksi itu rusak setahun terakhir. ”Kerusakan terjadi karena minimnya perawatan dan ulah tangan-tangan jahil,” katanya.


SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR Pengunjung menikmati suasana di Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam.
Kepala Museum Tsunami Aceh Zuhardi Hatta menuturkan, di museum tersebut terdapat 22 petugas pemandu, 12 petugas kebersihan, 9 tenaga keamanan, dan 6 teknisi. Ia menilai kinerja petugas belum optimal

”Penyebabnya, mungkin karena honor yang rendah. Saya sendiri hanya mendapat Rp 450.000 per bulan,” ujar Zuhardi yang juga karyawan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Adapun semua petugas tersebut merupakan petugas kontrak di bawah naungan Museum Geologi Bandung, Jawa Barat, yang dimiliki Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di sisi lain, kata Zuhardi, status museum itu sampai sekarang kurang jelas. Museum itu bukan lembaga independen, melainkan lembaga di bawah naungan nota kesepahaman antara Kementerian ESDM dan Pemerintah Aceh. ”Biaya operasional museum sepenuhnya dari Kementerian ESDM, tetapi saya tak tahu nominalnya,” kata Zuhardi. (DRI)

sumber: http://travel.kompas.com/read/2014/01/11/1822200/Museum.Tsunami.Aceh.Terbengkalai