Showing posts with label bnawisata. Show all posts
Showing posts with label bnawisata. Show all posts

Monday, May 9, 2016

Ujung Kelindu - Bukit Lamreh , Aceh Besar

Ujung Kelindu - Bukit Lamreh , Aceh Besar

Bukit Lamreh - Kawasan ini berada di Aceh Besar, tepatnya di kecamatan Krueng Raya, sekitar 1 km dari pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Keindahan Lamreh sudah tidak perlu diragukan lagi.
Selain ada tebing, ada juga tanjungnya Ujung Kelindu. Pesona pemandangan di sini, Indah dan seindah indahnya. Bahkan ketika Anda tiba di tempat ini, Anda akan segera mengeluarkan peralatan kamera untuk mengabadikan moment terindah.
Tidak jauh dari Lamreh, terdapat sebuah pantai yang cukup terkenal juga di Aceh Besar. Pantai Pasir Putih dan sebuah pulau kecil yang bernama Amat Ramanyang. Kita juga akan melihat pulau besar yang juga sangat terkenal di Aceh. Pulau Sabang, yang kaya akan tempat keindahan yang eksotik.
Rute yang harus ditempuh untuk menuju Bukit Lamreh ini 33 KM dari Kota Banda Aceh. Untuk menuju ke Bukit ini, butuh perjalanan sekitar 30-50 menit perjalanan.

Tuesday, April 26, 2016

Wisata Pemandian Air Dingin Di Lhok Pawoh

Wisata Pemandian Air Dingin Di Lhok Pawoh

Pemandian air dingin, begitulah sebutan kawasan wisata yang terletak di desa Lhok Pawoh, Kecataman Sawang, Kabupaten Aceh Selatan. Objek wisata yang tiap harinya ramai dikunjungi masyarakat setempat maupun pendatang ini memiliki area pemandian yang luas, air yang dingin serta panorama alam pegunungan yang indah dan memberi kesegaran.

http://fokusaceh.blogspot.com/2012/09/wisata-pemandian-air-dingin-di-lhok-pawoh.html

Obek wisata yang berlokasi sekitar 30 kilometer dari Kota Tapak Tuan ini merupakan salah satu tujuan wisata utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain mudah dijangkau karena bertempat di pingiran jalan raya Balang Pidie- Tapak Tuan, di kawasan ini juga terdapat sejumlah rumah makan dan cafe yang menyediakan berbagai ragam makanan dan minuman serta mushalla yang bersih dan terata rapi.

Air terjun yang indah, bebataun yang besar dan tinggi seakan telah menjadi ciri khas objek wisata ini. Kawasan pemandian air dingin juga hanya berjarak 100 meter dari pesisir laut yang berpasir putih. Sehingga bagi pengunjung yang ingin mandi dan menikamati panoraman laut akan dengan mudah menjangkunya.

Amin, pengunjung dari Blang Kejeran, Kabupaten Aceh Tenggara mengatakan, pemandian air dingin sawang memiliki panorama alam yang sejuk serta sangat cocok dijadikan sebagai tempat melepas lelah.

“Kalau sudah ada di sini sepertinya semua lelah menjadi hilang seketika, termasuk rasa gerah akibat cuaca yang panas pun berubah dingin ketika menyentuh air yang berasal dari pengunungan yang tinggi,” katanya.

Sementara Rahmat, warga setempat menilai kawasan wisata air dingin sangat banyak membantu masyarakat setempat, selain dijadikan tempat mandi, sepanjang alirannya juga kerap kali digunakan kaum ibu sebagai tempat mencuci pakaian.

“Sepulang bekerja, saya selalu menyempatkan diri untuk singgah dan mandi di sini, sehingga sesampai di rumah nanti sudah bersih dan hanya tinggal mengganti pakaian saja,” ujar pria yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan itu.

Hal senada juga diungkapkan Anhar, warga Sawang yang kini menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh. Menurut dia, wisata air dingin telah manjadi tempat favorit baginya, maka setiap kali pulang ke kampung halaman dia selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke sana.

“Saya harap kawasan wisata air dingin ini akan dapat terus dirawat dan dijaga dengan baik, termasuk dari segi kebersihan maupun penyalahgunaan oleh muda-mudi yang terkadang menggunakannya untuk hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam,” ungkapnya seraya bersiap-siap pulang usai mandi di kawasan tersebut.

Bagi anda yang akan bepergian ke Aceh Selatan, sudah sepantasnya untuk menyempatkan diri mengunjungi pemandian air dingin Sawang guna menikmati kesejukan alam dengan pepohonan yang hijau di antara pengunungan yang menjulang tinggi dan desiran air terjun yang senantiasa menghadirkan kesejukan bagi anda. *** (Acun)
Dipublikasikan di Tabloid Sipil Edisi III (1 - 15 Mei 2008)

Sumber : http://bangcut.blogspot.co

Tuesday, April 19, 2016

Kanji rumbi menu buka puasa khas Aceh

Kanji rumbi menu buka puasa khas Aceh

Bagi masyarakat aceh kanji rumbi tentunya sudah tidak asing lagi, Setiap bulan ramadhan menu yang satu ini selalu menjadi hidangan pembuka di setiap mesjid. Kanji rumbi hanya bisa diperoleh di tempat-tempat tertentu, itu pun di mesjid - mesjid yang menyedikan buka puasa bersama.

Tuesday, April 5, 2016

Jalan Jalan Ke Museum Aceh

Jalan Jalan Ke Museum Aceh


http://fokusaceh.blogspot.com/2012/10/jalan-jalan-ke-museum-aceh.html

Jam telah menunjukkan pukul tiga sore ketika saya memasuki gerbang Museum Aceh. Suasana di dalamnya terlihat begitu sepi. Hanya ada seorang lelaki paro baya yang duduk sambil melepas penat di tangga Rumoh Aceh, dua orang pelajar SMA yang sedang menaiki tangga, dan sepasang muda-mudi duduk sambil bercengkrama di bawah pohon di tengah-tengah museum. Memang, hari terasa sangat panas karena matahari begitu bersemangat memancarkan sinarnya. Mungkin inilah yang menyebabkan museum sepi meski hari ini adalah hari Minggu. Tetapi semangat saya untuk mengunjungi tempat dimana asal usul sebuah daerah dapat diketahui sama panasnya dengan udara siang ini. Saya begitu menggebu-gebu untuk dapat masuk ke dalamnya.
Foto-Foto benteng Peninggalan Belanda, Jepang di Sabang

Foto-Foto benteng Peninggalan Belanda, Jepang di Sabang

Asoelhok ~ Pulau Sabang (Weh Island) telah lama menjadi favorit wisatawan asing, karena pulau inilah yang layak bagi mereka. Banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang bisa dijumpai di pulau ini selain pantai-pantai yang indah dan keren (lihat DISINI). Salah satu aset pariwisata Sabang dan sejarah adalah benteng peninggalan Belanda dan Jepang di Sabang pada era perang dunia II. Benteng-benteng ini hampir berada disekeliling pulau Sabang dan masyarakat mengharapkan agar pemerintah kota Sabang terus melestarikan benteng ini sebagai ikon kota Sabang. Inilah foto-foto benteng peninggalan Belanda dan Jepang di Pulau Sabang: